twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Cara mengundurkan diri dari perusahaan yang baik dan benar

fresh graduate yang menunggu hingga beberapa tahun untuk memperoleh pekerjaan. Hal ini disebabkan karena jumlah pencari kerja jauh lebih banyak daripada lapangan kerja yang tersedia. Bahkan banyak para pencari kerja memasukan lamarannya untuk lowongan kerja yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Misalnya, seorang arsitek bekerja sebagai pegawai bank, seorang ekonom bekerja sebagai IT programmer, seorang sarjana pertanian bekerja sebagai auditor dan sebagainya. Namun, dilain sisi, ada seseorang yang sudah diterima bekerja, merasa kebingungan untuk pindah pekerjaan (resign) atau mencari peluang pekerjaan yang lain lagi. Namun, orang bijak mengatakan “Datang tampak muka, pulang tampak punggung”, dengan kata lain Anda harus berpamitan dengan lingkungan kerja Anda yang sekarang, secara baik-baik. Dengan mengundurkan diri secara baik-baik, Anda akan terlihat elegan dan bertanggung jawab, sehingga ada kemungkinan perusahan mungkin akan bersedia memberikan surat pengantar atau rekomendasi, yang kelak bisa Anda jadikan modal/bekal untukmelamar di tempat kerja yang lain. Lalu bagaimanakah cara untuk menyampaikan alasan kepada atasan Anda ketika Anda bermaksud keluar dari pekerjaan Anda sekarang? Boleh jujur, boleh ‘bohong putih’, asal jangan menjelek-jelekan perusahaan/oknum di perusahaan Anda tersebut, semua tergantung pada situasi dan kondisi. Berikut ini Tips Elegan membuat alternatif alasanpindah Kerja:
1. Alasan Melanjutkan Pendidikan.
Kondisi ini cocok diterapkan sebagai alasan Anda , apabila perusahaan Anda menetapkan criteria pendidikan untuk jenjang jabatan tertentu dan Anda mentok dengan jabatan Anda karena strata pendidikan yang Anda miliki. Dengan alasan ini, bos Anda akan memahami posisi Anda, dan tidak akan mempersulit proses keluar Anda.
2. Alasan Pengembangan Karir.
Alasan pengembangan karir biasanya digunanakan ketika Anda diterima di perusahaan bidang sejenis dengan skala lebih besar, misalnya Anda bekerja di Microsoft dan pindah ke Oracle, atau dari Bank swasta diterima di Bank Indonesia dan sebagainya. Pengembangan karir dan peningkatan kesejahteraan merupakan hak masing-masing pegawai. Jadi tidak ada alasan manager Anda unutk menahan kepindahan Anda.
3. Alasan Keluarga.
Alasan ini cocok digunakan ketika Anda bekerja terpisah dengan keluarga, misalnya Anda di Jakarta sedangkan istri-anak di luar Jakarta. Dengan pertimbangannya adalah hubungan keluarga yang menjadi kurang dekat dan biaya rumah tangga yang cukup besar, karena Anda harus menyiapkan biaya tambahan transportasi dan kehidupan sehari-hari Anda di Jakarta.
4. Alasan Melanjutkan Usaha Orang Tua.
Dalam hal ini, posisi Anda adalah anak tunggal atau anak lelaki satu-satunya. Anda bisa menyampaikan bahwa usaha orang tuah di rumah perlu kesinambungan dan Andalah satu-satunya yang bisa meneruskannya. Jadi, mau tidak mau Andalah yang harus mengurusi usaha tersebut.
5. Alasan Kesehatan Orang Tua.
Alasan mengurusi orang tua yang tinggal di luar kota, merupakan alasan yang luhur dan sangat elegan, karena hal ini menunjukan Anda sebagai anak yang berbakti dan tidak egois. Bos pasti akan bersimpati pada Anda dan proses pengunduran diri Anda tidak akan sulit.
Sebagai contoh, agan/aganwati bisa dengarkan kutipan percakapan antara seorang karyawan dengan HRD tempatnya bekerja saat Ia hendak mengundurkan diri. Berikut kutipannya :
Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno,ST yg bekerja di pabrik manufaktur elektronik Jepang, ini orang baru aja lolos tes perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat aja ya,
manajer = M, dan prayitno = P
M = edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, dimana morality kamu?
P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan kesehatan gak full.
M = sebenernya mau kmu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani 2 company sebelum ini.
P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak, wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho…. ya saya pilih yg rewardnya lebih.
M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward, kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu bertahan.
P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?
M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara yg lain
P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum saya
M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak.
P = disini juga sama aja saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2 gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik dunk……
M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya
P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer.
M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu hanya mengejar “live”. No difference with kambing, Bekerja hanya untuk bertahan hidup, Kmu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri.
P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari orientasi “live” klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang “live exixtency”. So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat pekerjaan saya.
M = prayitno…. klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2…. selalu ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu.
P = emang gak bakal abis pak…. karena itu, ngapain saya abisin disini? mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape. Lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan?
M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju karena loyal.
P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada mereka. Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Cewe bawa tas berat aja dicuekin.
M = tapi dimana responsibility kmu?
P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk menindas saya. Atas nama responsibility, tsaya mengorbankan kesehatan untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan uang masuk ke kantong pemilik saham. Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.
M = kmu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan
P = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil, itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kita, makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign.
M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! kalo gitu aku ikut kamu resign…… ….
P = Nggab bisa pak…. kowe wis tuwo.Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai background.

0 komentar:

Poskan Komentar